Bilebante , Bersepeda dalam Harmoni Desa yang Menyejukkan

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Desa Bilebante, pernah dengar Desa Bilebante?

Bilebante adalah desa yang terletak di ujung barat Kabupaten Lombok Tengah, Desa ini terdiri dari tujuh dusun yaitu: Karang Ide I, Karang Ide II, Bilebante, Tapon Timur, Tapon Barat, Jenggala, Karang Baru dan Karang Kubu. yang memiliki Penduduk 4012 Jiwa dengan Luas 28.72 Km.

Bilebante terletak 16 km sebelah timur kota mataram, di Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, dapat ditempuh kurang lebih 45 menit dengan kendaraan darat. Desa ini juga cukup dekat dengan Bandara Internasional Lombok, jarak tempuh sekitar 40 menit.

Di Bilebante nilai-nilai hormonisasi dan toleransi menjadi bagian dari kehidupan di masyarakat, umat islam dan umat hindu hidup rukun berdampingan , mereka saling menjaga dan menghargai satu sama lain.

Bilebante berasal dari dua kata yaitu bile yang berarti buah maja dan bantai yang berarti semak belukar , Jadi, bilebante adalah pohon bile yang ditumbuhi semak belukar dengan cengkraman kuat. Dalam makna Filosofinya , Bilebante adalah gambaran masyarakat yang akan terus bersatu padu hingga akhir zaman.

Pada hari itu saya ditemani oleh saudara Pahrulazim , anak muda cerdas yang menjadi penggagas desa wisata ini, bersama kawan – kawan nya mengajak saya melakukan short tour bersepeda mengelilingi BileBante.

Start bersepeda dimulai dari Tourism Information Centre Bilebante, saya diberikan pengarahan oleh TIC Staff Bilebante yang ramah dan terlihat sangat menguasai medan yang akan kami lalui.

Sayapun bersepeda menyusuri pinggiran sawah hijau yang terbentang sangat indah , di perjalanan saya bertemu dengan para petani cabai , saya kemudian turun dan sempat menikmati sensasi memetik cabe bersama mereka.

Pahrul menjelaskan bahwa ada 3 Paket bersepeda di Bilebante , Paket Family Ride dengan Rute 3 Km . Paket Family long Ride dengan Rute 4 Km, Paket Day Tour dengan rute 8 Km. Paket itu sudah termasuk pemandu, makan siang dan free peralatan sepeda dan forografer.

Disaat mengambil salah satu paket bersepeda diatas, wisatawan dapat pula menyaksikan dan menikmati atraksi – atraksi seperti dibawah ini :

  1. Menyusuri perumahan warga
  2. Bumi perkemahan seribu cerita,
  3. Melihat Lingkoq Jodoh,
  4. Berkebun dan bertani bersama masyarakat dan belajar tentang system penanaman yang dilakukan masyarakat setempat.
  5. Mengunjungi kampung Hindu yang hidup harmonis dengan kampung-kampung Muslim di sekitarnya, berhenti di pura Lingsar
  6. Istirahat sejenak di gazebo khas Lombok, menikmati ubi rebus dan kelapa muda khas Bilebante.
  7. Mengunjungi industry rumahan untuk membuat semeat (lidi batang bambu untuk sate) atau kekere (topi khas lokal dari anyaman batang lidi kelapa)-yang menjadi salah satu sumber pendapatan penduduk lokal.
  8. Belajar Sejarah jembatan pancasila yang dibangun pada masa penjajahan Belanda.
  9. Menyambangi olahan makanan rumput laut Putrid Rinjani. (pusat oleh-oleh).

Desa Bilebante menurut saya adalah desa wisata yang patut dikunjungi bagi para wisatawan yang memiliki hoby bersepeda di daerah pedesaan , sayang saya baru menikmati short tour , suatu saat saya pasti akan kembali untuk mencoba route yang lebih panjang dan menantang , plus foto – foto di spot-spot yang Instagramable , lalu menikmati kuliner tradisional di tengah hamparan sawah yang hijau dan sejuk .

Kebayang asiknya ya ..

Terima kasih Pahrul dan team , terus semangat buat Bilebante mempesona Indonesia , mempesona Dunia

Salam Temannya Wisatawan,

Taufan Rahmadi

Please follow and like us:
0

One Comment Add yours

  1. Raul Khan says:

    Mantap…
    Kmi tunggu kunjungn selanjuynx…😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *