Cerita Tentang Desa Setanggor, Lombok Tengah

Saya tadinya tidak menduga bahwa ada desa yang begitu memikatnya karena potensi atraksi wisata yang ada disana. Mbak Ida, seorang pemerhati wisata lombok tengah berusaha menyakinkan saya untuk datang melihat potensi yang ada di desa ini. Dan Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan datang melihat langsung Desa Setanggor yang jaraknya hanya sekitar 5 KM dari KEK Mandalika.

Mbak Ida, mengajak saya ” Nge-Bolang” , keliling desa ini , titik atraksi yang dikunjungi adalah :

1. Wisata Persawahan

Sawah yang begitu hijau , menyusuri jalan setapak pinggir kali sambil melihat aktifitas para petani yang tengah menanam sawahnya sungguh menyejukkan.

2. Wisata Agro

Desa Setanggor memiliki lahan seluas 1HA yang telah ditanami buah naga, dan kami berkesempatan memetik langsung buah ini dari pohonnya ditemani Pak Zul petani yg memilik lahan ini.

3. Wisata Edukasi

Penduduk Desa Setanggor juga bertenak sapi, dan mereka berhasil mengolah limbah sapi menjadi kompos dan bio urine, proses pengolahan limbah sapi ini ternyata memiliki daya tarik sendiri bagi para wisatawan untuk mengetahui prosesnya.

4. Wisata Budaya.

Ternyata di Desa Setanggor ini ada Gong yg sdh berusia ratusan tahun, ada sanggar tarian dan musik tradisional plus ada tradisi membaca buku lontar kuno, terlihat sekali mulai dari anak-anak hingga dewasa memahami benar ttg akar budaya mereka.

5. Wisata Kuliner

Ibu-ibu dalam kesahariannya memasak aneka ragam masakan tradisional, mulai dari jajanan hingga menu menu khas sasak lainnya, dan menariknya kita akan diajak menikmati makan siang di dangau – dangau di tengah sawah, jamin lezatnya tiada duanya.

6. Kain Tenun Tradisional

Kaum wanita di desa ini mayoritas adalah penenun, setiap rumah memiliki alat tenun tradisional, dan proses menenun kain ini menjadi atraksi yg menarik , karena wisatawan dapat belajar tentang bagaimana cara menenun.

7. Wisata Sosial

yang tidak kalah menginspirasikannya adalah disaat wisatawan diberikan kesempatan untuk mengajar kepada anak-anak asli sana, setiap wisatawan mancanegara yg dtg ke desa ini diminta untuk mengajarkan ilmu bahasa inggrisnya kpd anak-anak ini.

7 poin atraksi ini saya pikir adalah modal yang cukup untuk dapat memajukan desa ini melalui program desa wisata.

Usai berkeliling , saya berkesempatan bertemu kepala desa lalu kami berdiskusi tentang apa saja yg perlu dibenahi ataupun ditingkatkan.

Dalam kesempatan ini saya juga berkesempatan menjelaskan program homestay dan digital tourism ( ITX) kepada Bapak kepala desa, mbak Ida, tokoh muda dan masayaarakat disana.

*Quick win* yang akan dilakukan adalah mereka segara mendata homestay, mengintensifkan koordinasi dengan pemkab loteng , dan mempersiapkan produk jasa layanan wisata untuk segera di daftarkan di ITX.

Demikianlah cerita dari Desa Stanggor, Terima kasih kepada mbak Ida atas keramahannya hari ini, semoga hal ini bisa bermanfaat untuk kemajuan pariwisata kita.

Amin Yra

Hormat saya,

Taufan Rahmadi
Tim 10/ PIC Mandalika

#pesonaindonesia #wonderfulindonesia
#tim10KemenparRI #temannyawisatawan

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *