Tokoh Muda Pariwisata dari Timur – KickNews Today

Masjid Agung yang indah itu telah berdiri dengan megahnya. Tempat ibadah yang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) ini, rampung sesuai yang dijadualkan, yaitu sebelum Hari Raya Idul Adha 1438 H. Berdiri di atas lahan lahan seluas 5 hektar, masjid ini mampu menampung hingga 2.000 jamaah.

Tempat ibadah yang tak kalah artistik dengan Islamic Center tersebut, semakin memberi penegasan terhadap arah program pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan label wisata halal. Dalam konsep pariwisata halal, salah satunya memberi kemudahan wisatawan Muslim memenuhi kebutuhan beribadah dengan tersedianya masjid atau musholla di tempat umum.

Keberadaan tempat ibadah di kawasan KEK Mandalika, sebagai kawasan perekonomian baru, adalah buah urun pikiran Taufan Rahmadi, anggota Tim 10 Kementerian Pariwisata RI, dalam menggagas citra dan sentuhan halal di kawasan yang menjadi salah satu destinasi terpenting di NTB itu.

“Masjid Agung Mandalika yang tidak saja berfungsi sebagai tempat Ibadah tetapi juga sebagai salah satu atraksi religius di KEK Mandalika. lhamdulillah. pada saat Sholat Idul Adha, Jum’at 1 September 2017 sudah bisa dipergunakan masyarakat untuk pertama kalinya,” kata Taufan Rahmadi.

Ada semacam milestone, atau tonggak pencapaian, dalam memperjuangkan program pariwisata halal yang pada akhirnya menobatkan NTB menjadi pemenang secara internasional. Sehingga, di tahun 2015, Lombok adalah representasi Indonesia saat meraih penghargaan dari The World Halal Travel Summit & Exhibition 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dengan dua penghargaan sekaligus, yaitu World Best Halal Honeymoon Destination dan World Best Halal Tourism Destination.

“Ini perjuangan bersama membawa Lombok menjadi wakil Indonesia,” kata lelaki kelahiran Mataram, 15 September 1974 ini.

Alumni FISIP UNAIR Surabaya jurusan Hubungan internasional ini turut berperan dalam menghadirkan investor lokal pertama Hotel dan Beach Club X2 di KEK Mandalika Resort, dengan nilai investasi Rp 300 miliar.

Tak salah jika Taufan ditempatkan di Tim 10 Kementerian Pariwisata RI, sebab selain dituntut sebagai teamwork yang kokoh, setiap anggota mesti memiliki segudang ide kreatif agar destinasi-destinasi yang telah ditetapkan tetap menjadi magnit.

Maka bertaburanlah gagasan dari tokoh muda NTB ini sejak tahun 2014. Mulai dari ide digelarnya Catwalk In The Airpertama di Indonesia para Putri Pariwisata NTB di atas pesawat Garuda Indonesia di ketinggian 32 ribu kaki, mengonsep pembentukan Wonderful Lombok Sumbawa Volunteer sebagai laskar digital promosi pariwisata NTB, hingga gagasan Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional yang pertama kali di Indonesia.

Sebagai pemikir pariwisata dari kawasan timur Indonesia yang sadar teknologi dalam promo kepariwisataan NTB, Taufan pun memproduksi Video Lombok Sumbawa yang ditayangkan dan terinstall gratis di Garuda Indonesia, yang masih tersedia hingga saat ini.

Masih di ranah ITE, ia juga membentuk Generasi Pesona Indonesia (Genpi) di Kemenpar RI sebagai komunitas netizen pariwisata Indonesia.

Taufan Rahmadi benar-benar total dalam kapasitasnya. Itu sebabnya ia memiliki tekad untuk membuat pariwisata NTB menjadi panglima ekonomi dengan potensi alam yang dimiliki. Sampai pada suatu ketika, tertanam di benak setiap orang, bahwa: NTB adalah Pariwisata! (bsm)

Artikel ini dipublikasikan di media online KickNews Today, 4 September 2017
Url: https://kicknews.today/2017/09/04/tokoh-muda-pariwisata-indonesia-dari-timur/

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *