Selamat Jalan Presiden Panutanku, BJ. Habibie

Innalilahi Wa Innailahi Rojiun ..
Selamat Jalan Presiden Panutanku
InsyaAlloh Surga menjadi tempatmu ..

======

Foto dan Tulisan ini saya ambil dan tulis disaat saya berkesempatan satu ruangan bersama beliau , sungguh pengalaman yang tiada terlupakan ..

=====
Jakarta, June 10th 2012 ……

Hening dalam Habibie

… diawal saya menerima broadcast dari kawan-kawan hipmi tentang acara SDP tahun ini, sempat begitu banyak tabir yang menghalangi saya untuk hadir, kaki terasa berat untuk datang, ada banyak pertimbangan ada banyak persepsi, apakah penting untuk datang ? apakah ada yang dimaknai disana ?, lalu entah kenapa, hati saya, nurani saya tepatnya terus mengganggu saya, untuk datang, untuk datang,

oh Tuhan, kemudian akhirnya saya memilih untuk datang kemarin sekaligus bertemu dengan kawan-kawan HIPMI NTB yang menghadiri acara itu, sempet bertanya apakah ada biaya untuk itu ? seorang kawan panitia mengatakan kpd saya, oh tidak mas, datang saja, tapi sebenarnya bukan karena biayanya saya memilih datang atau tidak datang, tapi bagian terakhir dari undangan yang saya terima tercantum agenda ” studium generale ” ( semoga bener tulisannya ), dari seorang presiden ke 3 Indonesia , Prof Dr Ing BJ Habibie, seorang yang menjadi idola saya, legenda dalam hidup saya, semenjak saya mulai tahu membaca aksara. detik terus berjalan, tidak sabar menunggu senja dan maghrib yang segera hilang di hari ini, menuju saat saya bertemu dengan dekat, dengan seorang yang terkenal karena kejeniusannya di dalam aerodinamika, rekayasa tekhnologi dirgantara, seseorang yang menjadi  panutan akan sosok suami yang setia dan romantis, sebuah image yang bertolak belakang dari gambaran stigma banyak orang, bahwa romantisme hanya milik seniman, tapi ternyata romantisme dimiliki juga oleh seorang habibie, seorang ilmuwan tekhnologi, yang identik dengan buku, dan rumus-rumus.

Habibie telah menjadikan rumus-rumus itu menjadi karya keabadian bagi cintanya kepada Indonesia. Habibie hadir, di sebuah forum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, saya bertanya ? apa yang kira-kira akan dibahas beliau ? apa yang dia tahu tentang dunia usaha ? seorang tekhnokrat apakah bisa melaksanakan prinsip-prinsip entrepreneurship ? apa yang dia tahu tentang marketing ? banyak tanda tanya muncul. lalu, saya siapkan pikiran dan konsentrasi saya, hp saya matikan,my canon saya stdbykan, saya tahu saya tidak mungkin bisa duduk di depan, karena menyesuaikan aturan protokoler, namun saya tidak kehabisan akal, saya duduk dibawah, disisi kursi terdepan, selain dikarenakan keterbatasan jangkauan lensa kamera yang saya bawa untuk mengabadikan momen beliau ini, juga dikarenakan saya ingin menikmati kuliah umum ini dengan tanpa ada distorsi, duduklah saya sejajar, satu baris dengan VIP yang sudah diatur duduk disana, yang membedakan, mereka duduk di kursi, saya duduk bersila sambil memegang kamera.

inilah habibie, presiden ke 3 Indonesia : ..” dek, dalam saya berusaha dan memandang pengusaha, hal yang terpenting bagi saya, adalah memastikan bahwa segala hasil usaha saya harus bersih, halal , legal disaat sudah berada dalam lemari saya, tidak ada keraguan dan benar- benar menjadikan kenikmatan buat semua .” ..

” dek, saya datang ke indonesia itu berawal dari 20 orang yang membantu saya, lalu kemudian berkembang menjadi ribuan tenaga kerja, dengan kinerja yang mampu menunjukkan nilai eksponensial yang signifikan bagi perusahaaan. ” …

” dek, industri pesawat yang saya bangun bukanlah mainan, saya banyak mendengar komentar tentang itu, habibie melakukan pemborosan untuk mainan pesawat terbangnya, membuat negara rugi, bukan bukan karena itu, saya membangun industri pesawat ini agar bangsa lain tidak memandang rendah kita, agar kita diakui dunia, begitu itu kita dapatkan, Indonesia akan menghadapi kejayaannya …” ..

” dek, saya bicara ini bukan untuk pamer, bukan, untuk apa saya pamer, saya bukan cari kerja kepada kalian bukan, tapi saya ingin menunjukkan kepada kalian, bahwa saya yang sudah berusia 76 tahun ini , yang sudah pantas kalian panggil kakek, tidak ingin melihat kalian minder, menjadi tidak bersemangat, kita bukan bangsa yang bodoh, kalian harus lebih baik dari saya, kakek kalian, itulah baru kemajuan ! ..

” dek, saya tahu dan saya dengar kalau ada banyak kekuatan yang tidak ingin membiarkan saya berkembang, saya tidak menyerah, saya akan buktikan bahwa industri kedirgantaraan akan bangkit kembali dengan sinergi positif yang kita lakukan, dan ini saya lakukan bukan untuk saya, tapi untuk Indonesia, negeri saya !

standing oviation berkali-kali dilakukan oleh para hadirin disetiap kali Habibie memaparkan kuliahnya, hampir 3 jam, waktu terasa cepat berlalu, Habibie adalah benar seorang president yang cerdas, jujur, religius dan romantis, sayang waktu beliau berkuasa tergolong singkat, masterplan pembangunan indonesia yang beliau rencanakan harus kandas ditangan kepentingan politik pragmatis kala itu.

Habibie memang ” kalah ” saat itu, tapi malam ini dia telah memenangkan hati banyak generasi muda pengusaha, calon-calon pemimpin masa depan negeri ini, Habibie benar adalah seorang kakek dalam usia, tapi beliau adalah abadi dalam karya. kawan, malam ini adalah malam bersejarah, kita bersama beruntung mendapatkan kesempatan secara dekat mendengar pencerahan dari beliau, ini adalah ” oleh – oleh ” kita buat saudara-saudara kita di daerah yang tidak bisa datang. menjadi seorang pengusaha yang bersih, menjadi seorang pengusaha yang visioner, menjadi seorang pengusaha yang berani, menjadi seorang pengusaha yang tidak minder,  dan menjadi seorang pengusaha yang berarti buat orang banyak, itulah kesimpulan saya tentang ” bagaimana sudut pandang habibie tentang pengusaha “.

Bapak Habibie turun dari podiumnya, hadirin berebut mencium tangan dan menggandeng beliau, sayapun berdiri, dan bergumam, malam ini adalah malam yang bermakna sekali bagi hidup saya, begitu sampai rumah saya akan ceritakan kepada anak saya dan istri saya, tentang Habibie dan perjuangan yang beliau lakukan untuk bangsa ini, agar kelak mereka harus lebih hebat dari ayahnya ini. Sungguh Mencerahkan ! semoga bermakna,

Taufan Rahmadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *